20 Desember 2008
RUSA KUTUB
12 Desember 2008
JUARA NYANYI dan FOTO AFGHAN BUAT BUNDA
Berdiri depan westafel dengan air kecoklatan mengucur, bis sekolah berhenti. Teriakan kanak-kanak beserta pintu setengah dibanting : " Aku dapat boneka !"
Ia muncul dengan boneka pisang bertuliskan JUARA SATU LOMBA BERNYANYI. Ia lebih sibuk membuka bungkusan boneka ketimbang pamer dengan rasa bangga. Semalam ia berlatih menggunakan batang sapu sebagai pengeras suara. Kertas bertuliskan JUARA SATU itu kupajang di bufet.
"Sebenarnya, aku kepengen boneka kupu-kupu, " sahutnya di kamar jelang tidur malam. " Tetapi Pak Guru telah memilihkan boneka pisang."
Kakaknya lalu membuka rahasia.
Sering kubualkan Afghan -penyanyi bersuara bagus itu- adalah pacarku. Kemuculan lelaki muda kinyis-kinyis itu selalu kutabuh dengan gaya histeria sebagai penegas bualan yang akan memunculkan empati kanak-kanaknya. Suatu hari ia berada di rumah ibunya. Sampul album Afghan dirobeknya -kata kakaknya- disimpankannya untukku. Namun kertas itu dibuang kakak karena terkena minyak.
Aku geli dalam hati.
02 November 2008
KASIM BABA DIMUTILASI KAH ?
Ali Baba menemukan seceruk gua penyamun berisi harta karun yang membuatnya kaya mendadak. Abangnya yang serakah segera ikut-ikutan menyatroni gua penyamun. Namun Si Abang yang bernama Kasim Baba itu kepergok 40 penyamun. Tubuhnya segera dipotong-potong.
Mata Indresaurus terpana. Lalu terdengar suaranya mendengung : Dia dimutilasi kah?"
Bunda tercekat. Antara geli dan takjub. Mendadak sadar kisah Ali Baba tak kalah seram dengan reportase kriminal BUSER atau PATROLI !
12 September 2008
NABI ADAM PAKAI TOPI KAH ?
11 September 2008
POTONG RAMBUT
08 September 2008
GAGAK MALAM
22 Agustus 2008
RESUME EMAK-EMAK DRAMA WANITA
1. Sangat suka membanggakan anaknya, sering berlebihan dan tidak sebenarnya.
2. Sangat mencemasi anaknya yang belum ketemu jodoh.
3. Membekali anak-anak perempuannya dengan strategi menjerat lelaki prospektif.
4. Menilai martabat perempuan dari seberapa lekas perempuan tersebut 'laku'.
5. Menilai seseorang secara dangkal, misalnya: tanda hitam di jidat berarti jaminan kesalehan, melongok mukamu berarti cinta, menanyakan keluargamu berarti bakal melamar.
6. Mengherani seseorang yang menikahi janda/duda, dan menganggapnya sebagai tanda keputusasaan dan kepepet.
7. Selalu merasa anaknya idola lelaki sedunia ditandai oleh banyaknya kenalan-kenalan dari dunia maya dan frekuensi kopdar yang dilakukannya.
8. Sangat suka mengobrol tak kenal waktu, meski kau baru keluar dari WC dengan piyama mandi hingga akhirnya air di badanmu mengering dan digantikan oleh keringat
9. Sangat suka menikmati gosip berbau skandal tetangga sebelah, kalau perlu menarik tanganmu untuk melihat obyek gosip tersebut, tapi lalu mengatakan dirinya sekadar 'memetik hikmah dari kejelekan orang lain'
10. Suka merasa penganut agama lain masuk neraka, mengasihani mereka, dan menganggap mereka manusia tolol
11. Sangat suka menasehati perempuan yang lebih muda akan peran kewanitaannya yakni menjadi pelacur, tukang masak, teman, dan ibu bagi suaminya (lalu suami jadi apa, bu? tanyaku)
12. Sesekali menyinggung aktivitas di Drama Wanita (dikalahkan aktivitas menjerat jodoh anak)
13. kemana-mana dan terhadap siapa saja selalu mempresentasikan kehebatan anak-anaknya (banyak fans, disukai dosen, banyak tawaran kerja) hingga kamu bakal bisa mengulangi presentasi tersebut sama persis saking hafalnya.
14 Agustus 2008
QUE SERA SERA........
When I was just a little girl
03 Agustus 2008
KOPI MINT MINGGU PAGI
25 Juli 2008
MENGHITUNG NAMA-NAMA
I'm Crying For Srebrenica.Tahun 1995, Srebrenica adalah zona terlindungi. Pasukan perdamaian PBB asal Belanda -tentara Dutchbat- menjaga kawasan tersebut. Namun pasukan Serbia menyerbu dengan mesin-mesin perang, membantai 8000 Muslim. Ribuan nyawa itu menggelontor sia-sia dalam terkaman kebiadaban sesama manusia atas nama kelompok.
Yang paling memilukanku adalah bahwa pembantaian tersebut sepengetahuan PBB, dalam status Srebrenica sebagai New Haven -sebuah istilah yang digunakan dalam kajian konflik untuk menyebut zona terlindungi - yang dijaga pasukan Duchbat. Pembantaian ribuan nyawa seolah dibiarkan. Betapa kejamnya.
Malam ini sejarah memerihkan itu kucerna kembali : tulisan-tulisan di internet, arsip-arsip, video di YouTube,, foto yang memperlihatkan sebentang nisan atau prasasti nama-nama. Air mataku serta merta guyur. Betapa sedih hatiku. Bukan soal aku seorang Muslim. Tapi soal : Mengapa orang-orang itu dibantai? Mengapa mereka dibiarkan dibantai? Ibliskah berwujud manusia para pembantai itu? Mengapa dunia tak cukup mengamuk mengutuknya seperti peristiwa 11 September?
Terakhir kali aku menangis oleh sesuatu yang tak ada kaitan dengan kehidupanku adalah ketika memandang foto karya Kevin Carter yang memenangi Pulitzer 1994. Bocah dengan tulang berbalut kulit terkulai dengan sepiring makanan yang didapatnya dari Kamp PBB. Ia tak sanggup lagi memakannya karena tak memiliki tenaga untuk menyuap. Seekor burung tegak tak jauh darinya, nampak lebih gagah. Tanah coklat kerontang. Aku menangis terguguk-guguk. Lalu kira-kira mencoba memahami alasan Kevin Carter bunuh diri beberapa tahun kemudian.
Untuk Srebrenica, seolah keluargaku yang diarak ke suatu tempat, ditumpukkan ke ceruk galian bersama ribuan lainnya, lalu dihujani tembakan. Mungkin sebelumnya mereka luar biasa disergap horor ketakutan, mungkin mereka memohon ampun dan belas kasihan, mungkin mereka mengharapkan keajaiban pertolongan entah darimana, mungkin anak-anak menjerit-jerit hanya mengerti kegerahan dan kelaparan, dan tiba saja segenap hening sesudahnya. Ketercekaman.
Sungguh betapa hidup penuh pertempuran tak terpahami. Kerap aku berpikir: sesungguhnya penghuni kerak neraka bukanlah orang yang tidak beragama melainkan manusia yang tak memiliki perasaan, yang geming terhadap kebiadabannya sendiri, yang merayakannya penuh suka cita, yang bangga atasnya dan merasa absah atasnya. Orang-orang seperti itulah yang menurutku layak menjadi bahan bakar neraka. Bukan karena kau bukan Muslim atau bukan Kristen.
Aku hanya bisa mendoakan orang-orang tak berdosa yang dibantai oleh iblis-iblis berwujud manusia, dari keseluruhan rentang sejarah kehidupan, semoga mereka sejatinya diberangkatkan ke tempat yang lebih baik, indah, abadi.
